Latest Posts

Halo bumil!
Sempet beberapa kali gonta ganti rumah sakit nggak bikin saya berhenti untuk nyari yang ternyaman. Dari mulai Brawijaya, RSIA Asih, RS Satyanegara, RS MH.Thamrin, RSPAD Pav.Kartika sampe RS Hermina Jatinegara.
Saya memutuskan pindah ke RSIA Hermina Jatinegara karena ada dr.Sanny. Sebelumnya, saya ketemu dr.Sanny di RSPAD. Tapi, selama di RSPAD ada hal yang bikin saya nggak nyaman yaitu susternya. Susternya agak jutek dan pembayaran pake asuransi agak ribet. Ditambah RSPAD kan bukan khusus RS Ibu dan Anak. 
ruang kontrol RSPAD
Pertama kali kontrol ke RSIA Hermina Jatinegara, saya dapet buku kontrol. Bukunya biasa aja sih, tapi banyak informasi di dalemnya. Untuk ruangan nya sendiri menurut saya nggak sebesar di RSPAD, tapi nyaman. Oh iya, di RSIA Hermina Jatinegara ada yang ruang eksekutif dan yang reguler. Nah, selama saya kontrol sama dr.Sanny seringan di eksekutif karena kontrolnya hari sabtu, tapi menjelang lahiran kebanyakan di reguler. 
ruangan dr.Sanny
 Suasana di Hermina Jatinegara juga cukup nyaman. Mungkin karena isinya bumil semua, jadi suka dapet temen sesama bumil. Hehehe
suasana di eksekutif
Berhubung kontrolnya di sini, akhirnya saya juga memutuskan untuk lahiran di sini. Sebenernya awalnya mau di RSPAD sih, karena mama saya dulu lahiran 3 anak disitu. Tapi setelah dipikir - pikir akhirnya kami memutuskan untuk di Hermina Jatinegara.
daftar harga
Gambar diatas adalah daftar harga tahun 2014. Berhubung saya hamil sampe lahiran di tahun 2014 jadi saya nggak punya PL di tahun 2015 ini. Tapi, kayaknya sih nambahnya juga nggak banyak.
Pas hamil 29 minggu, saya akhirnya booking kamar. Kebetulan saya dan suami pilih kamar VIP dengan berbagai pertimbangan. Tapi karena pas hari saya melahirkan kamar VIP penuh, akhirnya di upgrade sama pihak RS ke Super VIP dengan bayaran tarif VIP.*lumayan*
Kamar VIP yang dibooking adalah persalinan normal. Tapi kalau akhirnya sectio, bisa tetep di kamar tersebut dengan biaya persalinan yang beda. Intinya booking kamar dulu.

Suasana Kamar


Menurut saya sih kamarnya super nyaman, ditambah luas banget. Bedanya sama VIP cuma diukuran. VIP agak lebih kecil sedikit tapi kurang lebih sih sama. 
 Seperti yang dilihat, kalau ruangan ini punya tirai disebelah kasur. Jadi, kalau ada tamu laki - laki dan saya lagi nyusuin, saya bisa tutup tirainya.

Kamar Mandi 
Kamar mandinya bersih. Tembok dan fasilitasnya masih bagus jadinya nggak terlalu horor. Saya termasuk orang yang jijikan. Nah, kesan saya sama kamar mandi kamar ini sih jauh dari kata menjijikan hehehe.
Pelayanan
Pelayanan pegawai RSIA Hermina Jatinegara bagus banget. Setiap panggil bidan lewat tombol, selalu cepet dateng. Oia, waktu itu juga dikamar saya, di gorden yang deket jendela banyak semut. Dengan sigap humas RS nya langsung dateng ke saya dan nawarin untuk pindah kamar. Tapi karena males banget pindah - pindah lagi akhirnya suami saya bilang untuk di semprot aja setiap cleaning service nya dateng.
Kebersihan
Kamar nyaman ya karena bersih. Kebersihan nya sih bintang 4 lah ya. Seharusnya bisa bintang 5, tapi karena ada semut nyasar akhirnya cukup bintang 4 dari 5. Setiap pagi, siang dan sore menjelang malem ada cleaning service yang bersihin kamar. Jadi saya, suami, mama yang juga nginep puas banget deh.
Harga
Masalah harga menurut saya sih affordable ya. Tagihan yang saya dapet sekitar 17jutaan sudah termasuk obat, visit dokter dan sebagainya. Kalo dibanding sama VIP nya brawijaya, lumayan juga. Karena di tahun 2013 aja harga kamarnya udah 16juta-17jutaan. Dan kamar yang didapet sama kayak di hermina jatinegara perbedaan nya cuma brawijaya kan gedung baru. Tapi worth banget lah menurut saya untuk milih hermina jatinegara. 
Selain itu, saya juga dapet fasilitas :
1. Free senam hamil 2 kali 
2. Free kursus prenatal. 
3. Free konsultasi laktasi 
4. Diskon cek lab di trimester 3 sebesar 15%
5. Free senam nifas 1 kali
6. Free kursus pijat bayi
7. Kursus perawatan bayi
8. Visit bidan kerumah
Bidan
Bidan - bidan yang tugas pas saya kontrol, melahirkan sampe perawatan sih alhamdulillah baik dan ramah. Selain itu juga mereka sigap. Mungkin bidan yang nanganin anak agak sedikit kurang ya karena saya liat diaper anak saya nggak diganti lama. Kenapa saya tau lama, waktu itu kebetulan Abia poop dan sampe poop nya kering. Kan kasian banget. Tapi saya udah kasih saran di kotak saran sih.
Sejauh ini puas banget sama RSIA Hermina Jatinegara. Insha Allah anak kedua mau disana lagi. 

MRS.LARASATI
not allowed to copy and paste without permission
Hal tersulit dalam pernikahan menurut saya adalah adaptasi. Adaptasi dari sendiri menjadi berdua. Adaptasi jadi istri yang baik dan adaptasi jadi ibu sekaligus istri yang sigap.
Hari ini saya membaca majalah Noor yang membahas tentang adaptasi dalam perkawinan. Mungkin saya termasuk pasangan yang belum banyak memakan asam garam dibanding orang tua saya. Tapi, kalau kita mampu beradaptasi dalam kehidupan pernikahan tersebut pasti kita mampu menjalani pernikahan seperti orang tua kita atau seperti orang yang sudah menikah selama puluhan tahun.
Pernikahan bertujuan untuk menyatukan berbagai perbedaan. Nggak hanya perbedaan biologis, perbedaan psikis dan emosional juga perlu adaptasi agar keadaan rumah tangga adem ayem. Saya mengutip tulisan dari majalah Noor bahwa, perkawinan bukan hanya peristiwa agama, hukum dan ikatan dua individu. Memang benar, setelah menjalani perkawinan, banyak sekali askpek dan pemikiran yang harus disamakan. Semakin lamanya umur pernikaha, maka masalahpun akan semakin banyak dan beragam.
Perkawinan bukan hanya kebutuhan biologis untuk menyalurkan salah satu hasrat paling tua yang ada dalam diri manusia, yaitu “sex”. Perkawinan selain diidentikkan sebagai sebuah lembaga legal menyatukan seorang pria dan wanita, nggak dapat dipungkiri bahwa perkawinan merupakan proses menyatukan perbedaan kerangka berpikir yang ada diantara dua orang yang berdeda dalam satu pasangan, atau pasangan suami istri (PASUTRI). Diantara ketiganya, tantangan terberat yang dihadapi dalam membina dan menjalani sebuah rumah tangga yang berdasarkan perkawinan adalah menyatukan perbedaan itu, padahal perkawinan identik dengan prinsif dan philosopi “two in one” dalam arti perkawinan menyatukan dua orang yang berbeda, pria dan wanita. (http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2013/09/20/arti-penting-mindset-dalam-perkawinan-594396.html)

Berikut 4 tantangan terbesar dalam hubungan pernikahan.
1. Komunikasi
Kalo kata Dr.John Gray, penulis buku Men are From Mars, Women are From Venus, perbedaan gaya dalam berkomunikasi bisa dikaitkan dengan perbedaan struktural dalam onggak pria dan wanita. Dalam segi ukuran, onggak pria lebih besar. Sedangkan onggak wanita memiliki lebih banyak jalur saraf. Laki2 tuh cenderung mengggunakan onggak kirinya, yang menunjukkan fokus pada logika dan pemecahan masalah. Sedangkan perempuan menggunakan kedua sisi onggaknya, oleh karena itu juga kebanyakan perempuan bisa menghubungkan emosi dengan bahasa serta logika.
Laki - laki dan perempuan secara biologis mengatasi stres dengan cara berbeda juga. Perempuan cenderung mencari penghiburan dari rekan - rekan perempuannya. Ini dikarenakan perempuan butuh mengungkapkan rasa nggakut. Dan ternyata perhatian dari sesama perempuan mampu menurunkan hormon stres kita lho.

2. Rasa saling percaya
Masalah kepercayaan adalah tantangan terbesar kedua dalam sebuah pernikahan. Banyak pasangan yang belum saling percaya, walau ikatan suci pernikahan telah mengikat mereka. Menumbuhkan rasa saling percaya antar suami istri pun butuh waktu yang cukup lama.
Untuk mengatasi rasa kurangnya kepercayaan ini, kita dan pasangan harus lebih mendekatkan diri dan nggak lupa memberikan pujian satu sama lain. Pujian membuat seseorang merasa secure atau aman sehingga rasa kepercayaan satu sama lain pun terpupuk. Menunjukkan sikap saling membutuhkan juga perlu dibangun untuk menumbuhkan kepercayaan.

3. Masalah keuangan
Masalah keuangan menjadi tantangan ke tiga terbesar. Istri maupun suami memiliki tata cara mengatur masalah finansial yang berbeda. Nggak jarang perbedaan itu menjadi sumber pertengkaran.
Untuk menyelesaikannya butuh kompromi yang baik antara istri dan suami. Tipsnya adalah jangan pernah merahasiakan masalah keungan, buat budget bulanan dan saling mempertanggungjawabkan pengeluaran.

4. Keluarga
Masalah yang terlihat sepele, namun ternyata cukup penting, adalah memutuskan: Keluarga siapa yang harus didahulukan? Sebanyak 6 persen perempuan mengeluhkan persoalan menghabiskan waktu dengan keluarga pasangannya pada hari raya keagamaan. Meluangkan waktu satu hari khusus dalam setahun untuk keluarga pasangan ternyata begitu berat untuk kita.
Namun, yakini hal ini: semakin tulus penghargaan dan rasa senang yang kita alamin bersama keluarga suami, semakin aman dan stabil pernikahan kita. Nggak ada masalah yang nggak ada jalan keluarnya. Ketika kita berkomitmen untuk mencari jalan keluar tersebut, bukan nggak mungkin kita akan menjalani pernikahan yang lebih menyenangkan.

MRS.LARASATI
sumber : 
http://pemulihanjiwa.com/
http://titutismail.wordpress.com/2010/11/08/4-hal-tersulit-dalam-pernikahan/
Dear Capeng,

Satu lagi vendor wedding yang nggak kalah hot dan hitz dikalangan capeng alias calon pengantin. Sanggar Miarosa, sanggar punya nya bu Mia ini sering banget diomongin di forum wedding. Lumayan banyak juga sih temen temen saya  dan mantan saya *ehm* yang pake sanggar ini karena harganya yang cukup terjangkau dan biasanya juga sepaket sama paket dari puspita sawargi dan sawargi. 

Dulu selama mempersiapkan pernikahan, saya juga sempet cari tau tentang Sanggar Miarosa bahkan saya lebih dulu tau tentang sanggar ini dari pada Sanggar Liza. Tapi sayang, saya belum sempet melincur langsung ke tempat sanggarnya. Setelah tau sanggat liza, akhirnya saya berpaling dan langsung netepin hati untuk pilih Sanggar Liza dan mba fitri sebagai MUA nya. 
Dari beberapa pengantin yang saya datengin dan tentu aja yang pake Sanggar Miarosa, ada yang bagus banget dan manglingin banget dan malah ada yang biasa aja. Temen saya yang pake vendor ini sih bilang katanya di Sanggar Miarosa ada banyak MUA dan kata nya untung untungan dapet yang bagus atau nggak.



Oke, kita bahas dari riasan di pernikahan temen saya yang namanya Dyta. Oh iya, ngomong – ngomong saya cuma ngereview yang paes jawa nya aja ya sekalian mau dibandingin sama hasil riasannya Sanggar Liza. Pas dateng ke nikahan Dyta, dia keliatan flawless. Mukanya bedaaaaa banget dan ya itu deh, manglingin. Saya suka sama hasil riasannya yang rapi  dan nggak terlalu medok. Pokoknya pas banget. Tapi saya masih ngeliat celah dimake upnya, nggak tau kenapa apa karena udah terlanjur jatuh hati sama Sanggar Liza atau gimana tapi yaa tetep kurang mantep. Yang saya liat, riasan matanya kurang tajem nggak kayak Sanggar Liza. Mungkin ya itu tadi, karena udah terpaku sama si Sanggar Liza. Dyta yang waktu itu pake riasan paes solo bener – bener cukup bikin saya muji hasil riasannya. Mungkin karena si dtya nya sendiri udah cantik makanya mau make up kayak gimanapun tetep aja cantik hehehe.
Pengantin yang kedua adalah Nanda, temen satu kampus dulu. Dyta juga temen satu kampus sih, malah sekelas hahaha. Nanda itu emang dasarnya udah cantik dan model pula makanya riasannya jadi tambah pas. Nah, kali ini si Nanda pas nih porsi makeup nya. Matanya juga keliatan tajem. Saya nggak ngerti juga, apa riasan itu permintaan pengantinnya atau emang inisiatif periasnya tapi yang pasti kalo menurut saya, setiap riasan yang bikin pangling ya di mata. Kalau untuk paes, keduanya udah bagus. Tapi sayangnya riasan cowoknya bedaknya agak tebel (suaminya dyta) menurut saya dan suaminya Nanda agak pucet (kalo difoto). Tampilannya jadi nggak natural. Hmm, buat capeng yang ikut mikirin penampilan cami nya, mungkin bisa diingetin ke periasnya untuk nggak usah medok - medok dandanin suami hehehe. Kalau bisa sih jangan terlalu pake lipglos yang glossy gitu karena jadi aneh.

Untuk harga Sanggar Miarosa sih kata temen saya masih dibawah harga Sanggar Liza. Kisarannya 15jutaan. Temen saya juga nggak bisa kasih tau harga detailnya karena dia dapet harga paketan dari cateringnya.
Buat temen temen capeng yang mau save budget untuk pernikahan, mungkin bisa coba dateng ke Sanggar Miarosa. Sanggar Miarosa rekomen banget deh hehehe. Semoga cocok ya :)

MRS.LARASATI
photo credit by Nanda
Halo bumil yang lagi cari info tentang lahiran.
Dikesempatan kali ini saya mau sharing tentang gimana caranya supaya lahiran normal dengan lancar. Lahiran normal atau gentle birth memang bikin tegang banget bahkan sampe tegangnya ada juga bumil yang kepikiran tentang bayinya didalem perut.

Pengalaman saya dulu adalah saya ketar ketir gimana seandainya bayi belum masuk jalan lahir, atau gimana kalau otot vagina nya ngga lentur, atau gimana kalau bayinya kebesaran.

Okay, simak ya tips dari saya :p

1. Niat yang kuat
Kenapa saya bilang niat yang kuat? Banyak bumil yang udah nyerah duluan sama rasa sakit. Padahal kehamilan nya nggak mengalami masalah apa - apa tapi karena nggak mau ngerasain proses alami, akhirnya memutuskan untuk sectio. Tapi semua pilihan ada di ibu sendiri. Kadang paradigma bumil terlalu berlebihan dalam mengartikan rasa sakit. Yaaa seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya kalau semua itu tergantung gimana kita manage pikiran positif.

2. Olah raga
Selama hamil, saya nggak pernah olahraga yang terlalu berlebihan sih. Jarang jalan pagi, jarang ngepel (yang katanya bisa bikin bayi cepet turun ke panggul) dan lain - lain. Olah raga dirumah yang saya lakuin cuma nggak males naik turun tangga (kebetulan kamar saya ada di lantai 2) mulai dari bulan ke 5, kalau dibawah 5 bulan, saya masih agak takut takut untuk banyak gerak terlebih lagi sempet flek di awal awal kehamilan. Selain itu, kalau shalat nungging nya di lamain. Itung itung sekalian berdoa hahaha. Yang terakhir adalah jongkok berdiri. Yang saya baca sih jongkok berdiri bisa bikin bayi cepet turun ke panggul dan ternyata bener. Jongkok berdiri saya lakuin setelah habis shalat. Kalau bumil ada yang non muslim, jongkok berdiri bisa dilakuin sehari 5 kali. Pagi, siang, sore, magrib dan malem. By the way, jongkok berdiri bisa mulai dilakuin sejak kandungan umur 7 bulan. Ada yang bilang sih udah mulai dilakuin pas bulan ke enam, tapi saya lakuin sejak kandungan masuk umur 7 bulan.
Kalau olah raga diluar rumah yang saya lakuin adalah senam hamil dan yoga. Selama kehamilan, saya cuma melakukan senam hamil sebanyak 3 kali karena setiap senam hamil selalu nggak kuat. Nggak kuat karena engap banget. Nggak tau kenapa bisa engap, tapi setiap habis senam rasanya mual jadi akhirnya saya coba yoga prenatal. Saya pikir yoga bisa bikin lebih santai dan nggak engap, ternyata sama aja bahkan menurut saya lebih berat. Lebih bikin engos - engosan. Alhasil saya cuma bisa yoga satu kali selama kehamilan. 
Akhirnya saya lakuin olah raga dirumah. Kuncinya cuma satu yaitu nggak males. Kalau olah raga dirumah kita bisa ukur sendiri sampe mana kekuatan kita. Dan karena selama kehamilan saya selalu engap, mual dan pusing (akibat dari HB rendah) jadi saya berusaha untuk tetep rajin gerak meskipun dirumah.

3. Pilih dokter kandungan yang pro normal
Ada baiknya bumil cari dokter yang betul betul pro sama kelahiran normal. Sekarang ini, nggak sedikit dokter yang masih kasih keputusan sectio padahal kondisi ibu dan janin nggak menghawatirkan. Saya termasuk beruntung karena punya dokter yang ngasih pilihan ke pasien nya. Tapi, buat bumil yang nggak yakin atau ragu sama keputusan dokter ada baiknya cari second opinion. FYI, ada sepupunya suami saya yang bayinya 4,1 kilo tapi tetep bisa lahiran normal. Hebat kan? Ibu nya hebat dan dokternya juga hebat.
Saya juga rutin periksa ke dokter selama seminggu sekali. Sebenernya sih disuruh 2 minggu sekali, tapi karena saya orangnya terlalu worry dan panikan, makanya saya selalu berkunjung ke dokter seminggu sekali sekalian mantau detak jantung dan mantau gerak bayinya.

4. Jaga kesehatan
Nah! Ini yang paling penting. Jaga kesehatan dengan cara makan sehat. Menurut saya sih ini pengaruhnya besar banget. Makanan yang bergizi katanya bisa bikin kita kuat selama persalinan.

5. Berpikir positif
Berpikir positif bener bener saya terapin banget selama kehamilan supaya nggak berubah pikiran. Menurut informasi yang saya baca, sectio adalah salah satu operasi besar dan sectio resikonya besar makanya saya agak ngeri. Jadi, saya positif aja mikirnya supaya ada semangat yang besar sehingga banyak oksigen yang masuk ke bayi kita yang ada di dalem perut. Buat temen temen bumil yang belum bisa rileks, mungkin bisa coba hypnobirthing. Waktu itu saya mau coba hypnobirthing, tapi nggak jadi karena suami beliin buku hypnobirthing dan suami ikut bantu saya supaya rileks terus.

6. Support dari suami
Ini juga hal yang penting nih. Kadang suami suka kasian liat kita kesakitan sampe akhirnya nyuruh untuk di sesar aja. Padahal, sebenernya suami bisa bikin kita rileks dengan cara kasih semangat yang lembut supaya kita tenang dan bisa ngejalanin kehamilan dan persalinan dengan lancar. Saya jadi inget pas saya lagi kontraksi, waktu itu lagi pembukaan akhir. Saya sempet nyebut "nggak kuat", tapi suami saya dengan sabar ngasih kata kata positif ke saya kalau saya kuat, hebat dan mampu. 

Saya kira udah cukup untuk tips agar bisa lahiran normal. Jangan lupa selalu berdoa supaya dimudahkan kehamilan dan persalinan nya.
Selamat menjalani kehamilan ya bumil dan buat yang lagi nunggu lahirnya buah hati jangan panik dan tetep semangat :)


MRS.LARASATI
Haloooo!!

Alhamdulillah ya dan seneng bukan main kalau posting saya tentang "Detik Detik Melahirkan Abia" banyak yang baca dan banyak juga dapet tanggapan melalui email tentang gimana sih lahiran normal itu.
Okay, kali ini saya mau berbagi pengalaman tentang lahiran normal kepada temen - temen yang lagi cari informasi untuk lahiran.
Lahiran itu nggak ada yang nggak sakit. Normal maupun sectio punya rasa sakit sendiri. Kata mama dan kakak ipar saya sih sectio nggak sakit pada awalnya atau proses keluarin anaknya tapi pas setelahnya dan efek obat biusnya habis sih katanya lumayan nyeri. Bahkan ada yang waktu itu lahiran bareng sama saya, kebetulan dia sectio, dihari kedua dia masih susah jalan alias kesakitan diperutnya sedangkan saya udah bisa jalan enak meskipun agak terasa nyeri sedikit diperut akibat kontraksi pengecilan rahim. 
Lahiran normal sekarang ini jadi hal yang cukup menakutkan buat mama mama muda kayak saya. Mereka berpikir sakitnya luar biasa sehingga udah ketakutan duluan. Memang sih, saya juga ngerasa begitu. Pada saat kehamilan, saya suka liat youtube tentang lahiran normal dan prosesnya gimana. Saya juga cari informasi ke temen temen yang udah lahiran normal. Saya sebenernya agak takut karena yang saya baca kalo lahiran normal ada proses episiotomi alias pengguntingan (seperti yang saya jelasin di postingan sebelumnya). Denger proses itu, rasanya ngilu banget. 
"Apa??? Itu nya digunting? Terus nanti gimana? Jeber dong?? Oh, nanti juga bakal di jahit? Apaaa? Dijahit? Sakit dong dijahit apalagi itunya! Nanti kalo jahitan nya lepas gimana?!"
Ternyata semua ketakutan saya itu nggak ada artinya sama sekali. Semuanya bener bener nggak terasa dan saya beruntung nggak terpengaruh dengan "rasa sakit" yang dibicarain di forum-forum ibu hamil.

Saya coba jabarin satu persatu rasa sakit yang katanya sakit banget itu. 

Kontraksi
Kontraksi terjadi pada saat pembukaan. Pembukaan pertama saya alamin dirumah, sekitar jam 4 pagi, nggak terasa sakit cuma nyeri kayak lagi menstruasi dan waktu itu saya keluar flek. Jam setengah 6 saya dibawa kerumah sakit dan jam 6 lewat ternyata udah pembukaan 3. Rasanya pembukaan 3 masih biasa aja. Kontraksi yang saya rasain sakitnya masih level 1 yang mana nggak ada apa - apanya rasa sakitnya. Pada saaat pembukaan 1- 3, saya masih bisa jalan jalan di rumah sakit sambil liat kamar bayi. Manfaatnya, jadi semangat dan jadi pengen cepet - cepet lahiran. Kondisi saya? Sehat walafiat dan masih kepikiran sama proses gunting dan jahit hehehe

Pas pembukaan ketiga mau keempat, kontraksinya udah mulai melemah dan mulai menurut alias nggak rutin. Sempet mau ditawarin INDUKSI tapi saya bilang nggak mau. Saya mau kontraksi alami aja. Jujur, saya ngebayangin induksi pasti sakit banget. Akhirnya saya sabar nunggu kontraksi selanjutnya secara alami, Bener aja, nggak lama sejak disuruh induksi sama bidannya, kontaksinya semakin kenceng dan pas di VT ternyata udah bukaan 6. Nah, pas bukaan 6 sakitnya udah mulai terasa hebat meskipun masih bisa ditahan. Saya masih bisa ngobrol ngobrol dan jalan jalan untuk mempermudah Abia nemuin jalan lahirnya.

Nggak lama dari bukaan 6, saya udah ngerasain sakit yang lebih hebat lagi dan pas di VT ternyata udah bukaan 7. Sakitnya gimana? Masih ketahan meskipun rasanya pengen tiduran dan nekuk perut karena nyeriiii banget, Kondisi saya waktu itu adalah udah nggak bisa jalan jalan, rasanya pengen tidur pules karna selain sakit ada rasa ngantuk yang banget. Oia, dari pembukaan satu sampai pembukaan 7, darah udah keluar terus. mungkin karena mau keluar kali ya si dedek bayinya.

Bukaan 8 sampe 10 cepettt banget. Kata bidan nya itu bukaan tercepet malah. Karena biasanya kalo kehamilan pertama, lahiran nya bisa 12 jam lebih. Saya beruntung dikasih cepet hehehe
Bukaan ke 8 sampe 10 itu rasanya super sekali. Perut bawah rasanya super nyeri. Mungkin ini yang dibilang sakit banget lahiran normal. Karena posisi bayi udah dibawah banget jadi rahim kita kan membesar ya, makanya nyeri banget. Nah kalo kalian sakit pada saat menstruasi, nah sakitnya di perut bawah itu tapi bedanya ini kayak ada batu besar banget jadi berat. Selain itu rasanya kayak mau pup tapi harus ditahan ngeden sampe bukaan sempurna. Karena kalau belum sempurna bukaan nya, takut robeknya besar dan nggak rapi. Ditambah waktu itu, saya harus nunggu dokter Sanny dateng. Rasa sakitnya juga saya rasain pas harus nahan ngeden. Gimana ya? Nggak bisa diterangin dengan kata - kata tapi yang pasti sakit banget harus nahan sesuatu yang mau keluar itu.

Saya bersyukur banget, air ketuban saya nggak pecah sampe dokter Sanny dateng. Akhirnya pas dokter Sanny dateng, air ketuban nya langsung dipecahin dan saya langsung di episiotomi.

Episiotomi
Pas dokter Sanny mulai gunting, terasa sih tapi sakitnya ngga terasa. Cuma terasa "krek" abis itu udah deh Abia di tarik sampe tali puser nya. Setelah keluar semua rasanya PLONG!! Rasanya super lega. Terus gimana setelah bayi keluar, bekas guntingan nya sakit nggak? Nggak sama sekali, malah menurut saya jadi baal. Nah, setelah Abia keluar kan yang bekas episiotomi harus dijahit, sebelum dijahit kita di bius lokal dulu di 4 titik. Pas dokter nusukin jarum nya emang terasa kayak di gigit semut tapi setelah itu nggak sakit lagi sampe akhirnya saya bisa liat sendiri proses dokter Sanny ngejait. Meskipun nggak liat dimana yang dijahitnya. Waktu dokter Sanny ngejahit juga nggak terasa.

Setelah Dijahit
Ternyata kalo lahiran normal itu, setelah lahiran harus bisa pipis. Nah, waktu itu saya nggak bisa pipis. Udah ada rasa pengen pipis sih, tapi kayak masih trauma gitu. Akhirnya mbak bidan pun pasang kateter untuk ambil air pipis saya sampai habis. Selain itu, saya juga di cek dalem sama bidan nya apakah ada pendarahan atau nggak. Rasa nya? Lebih besar rasa ngilu atau trauma nya sih ketimbang rasa sakitnya. Karena pikiran udah parno duluan jadinya ya terasa sakit. 
Setelah semua selesai, badan saya kayak rentek gitu. Ternyata itu adalah proses dimana rahim saya mulai kontraksi lagi dari besar ke kecil. Rasanya sih nggak sakit sakit banget, tapi karena waktu itu di dalem ruang bersalin makanya ngebosenin. Akhirnya saya bisa tidur pules karena kecapekan.

Kesimpulannya adalah, Sakitnya ada di level lebih dari 10 hanya pada saat pembukaan akhir. Sebelum sebelumnya biasa aja sih menurut saya. Sakit sih, tapi masih bisa ketahan. Kok bisa ketahan? Karena saya berusaha untuk positive thinking aja. Nah, kalau para calon ibu belum bisa mengotrol pikiran positif, mungkin bisa ikut hypnobirthing. Kalau saya? Saya cuma lillahita'ala aja karena saya yakin Allah pasti akan bantu dan saya yakin dokter tau akan lakuin yang terbaik buat pasiennya. Selain itu karena ada nya support yang luar biasa dari suami dan mama. Waktu itu saya ambil kamar yang vip, jadi saya bisa ditemenin sama selain suami. Yang waktu itu nemenin saya adalah suami, mama dan adik ipar. Tapi yang ngeliat proses lahiran nya cuma suami saya karena mama nggak tega dan adik ipar saya kan cowok jadi agak risih.


Semoga posting ini bermanfaat buat temen temen yang ragu mau lahiran normal. Kalau bisa lahiran normal, buat apa pilih sesar? Kalo dipikir pikir, bayi saya kelilit tali puser 2 kali tapi dokter yakin kalau bisa lahir normal dan Alhamdulillah memang bisa. InsyaAllah di posting selanjutnya, saya akan sharing tentang gimana supaya bisa lahiran normal dan bayi cepet masuk panggul :)


MRS.LARASATI
Halo reader! Udah beberapa bulan sejak posting terakhir tentang lahiran anak pertama saya Abia. Sibuk? Ya! Beberapa bulan ini bener – bener nggak sempet ngeblog atau ngelakuin hal yang harus ninggalin anak lama – lama. Ngurus anak sendiri, bener – bener sendiri bikin saya kehabisan waktu untuk “me time”. Saya Cuma bisa pergi pas weekend sama suami, jadi ada yang pegang Abia juga karena ternyata bawa bayi sendiri kemana-mana itu ribet.

Alhamdulillah hari ini, saya juga nambah umur dan masih dikasih waktu sama Allah untuk terus ngumpulin pahala, mohon ampun dan bermuhasabah. Selama setahun dihidup saya, yaitu dari tahun 2014 sampai 24 maret 2015, saya dikasih banyak banget berkah sama Allah. Dari mulai hamil, pekerjaan yang bagus, kondisi ekonomi yang semakin mapan dan dikasih anak yang Alhamdulillah sehat. Berkah yang saya dapet adalah ya rasa syukur ini. Allah mengajarkan saya untuk selalu bersyukur lewat suami, anak, keluarga, pekerjaan dan juga temen. 

New year
Ditahun baru ini, seperti yang saya bilang kalau saya dapet berkah anak. Saffanah Abia Han. Saya bersyukur bisa dikasih anak yang sehat dengan lahiran yang nggak menyulitkan. Saya bisa lahiran normal dan menjalani proses lahiran seperti seharusnya. Dari mulai keluar flek, kontraksi sampe akhirnya melahirkan. Berkah lainnya adalah keadaan ekonomi yang semakin mapan. Saya bersyukur banget punya suami yang bisa bimbing saya untuk jadi orang yang nggak boros atau konsumtif. Ternyata suami saya bisa bikin keadaan "semakin banyak pemasukan, semakin sedikit pengeluaran" bukan malah sebaliknya. Suami saya bilang, kita harus sedikit perhitungan supaya bisa punya tabungan tapi perhitungan bukan berarti pelit. Dan itu berhasil di saya. Sedikit demi sedikit saya bisa menyesuaikan apa yang suami mau.
Selain itu pas hamil, keadaan saya sedikit lemah. Dari mulai mual mual setiap pergi kemana – mana sampai keluar flek. Nggak tau kenapa, tapi sejak bulan ketiga sampe bulan ke 8 kalo pergi – pergi suka sesek nafas dan muntah. Padahal seharusnya kan cuma di semester pertama. Mungkin ini salah satu cara Allah untuk bikin saya jadi manusia yang lebih bisa menjaga “uang” yang diamanahkan suami saya. Tapi itu berhasil, sekarang saya ngerasain efek dari 9 bulan keiritan itu. Kalau mau beli apa – apa, saya mikir – mikir dulu atau kalau ngelakuin sesuatu butuh pertimbangan yang cukup mateng.

New Age
Di umur yang sebelum nya, saya masih jadi manusia yang emosian. Iya sih, dari dulu emang orangnya emosian dan gampang berubah ubah moodnya. Tapi sejak hamil dan apalagi punya anak, semuanya berubah. Saya jadi lebih bisa ngatur emosis saya. Saya jadi ngerasa kalau ini bukan saatnya untuk jadi orang yang egois dan ini saatnya untuk jadi manusia yang bijak (tsahhh) hehehe. Alhamdulillah banget, Allah ngasih berkah itu melalui anak. Mungkin ini kali ya yang dinamain rezeki anak hehehehe

New Me
Im a new mommy now! Proses kehamilan sampe melahirkan bikin saya jadi ngerasa beda. Jadi ibu adalah karir luar biasa yang dimiliki wanita. Rasanya luar biasa. Meskipun capek tapi semua itu ikhlas saya lakuin buat anak saya. Nggak tau kenapa tapi saya ngerasa jadi orang yang lebih sabar, lebih nerimoan dan nggak keburu - keburu. Saya itu orang yang paling spontan, ngelakuin apa - apa suka keburu buru bahkan kadang suka keliatan arogan. Tapi, kata suami, saya berubah jadi orang yang baru, orang yang beda. Hmmm, mungkin Allah punya cara untuk bikin hambanya berubah yaitu dengan hamil dan punya anak.
Akhirnya saya memutuskan untuk jadi full time mommy. Saat ini. Nggak tau sampe kapan sih, tapi rasanya beraaaat banget ninggalin baby Bia. For your info, jadi ibu adalah berkah luarrr biasa yang pernah dimiliki seorang wanita. Ngeliat perkembangan nya tiap hari, menyusui dan bener – bener mencurahkan kasih sayang ke anak bener – bener rezeki yang nggak akan bisa digantikan dengan apapun. Jadi ibu adalah pengalaman yang berharga yang pernah saya dapet. Saya ngerasa sangat bersyukur udah dikasih kepercayaan ngerawat anak.
Sebenernya rencana awal adalah, saya akan kerja setelah abia umur 6 bulan tapi ternyata saya harus batalin rencana itu. Mungkin karena saya ngerawat abia sendiri dari bayi makanya jadi susah banget untuk ninggalin abia meskipun cuma sebentar. Jadi, untuk saaat ini saya memutuskan untuk ngerawat abia sendiri. Sampai kapan? Hmm, cuma Allah yang tau hehehe

Harapan 
Saya selalu berdoa semoga Allah selalu menambahkan iman kepada saya, suami anak, keluarga dan sahabat2 saya. Semoga juga ditahun ini semua harapan dan doa saya bisa terkabul. Amin! Dan, terima kasih kepada pembaca blog saya karena kalian yang sudah meramaikan email saya dan itu adalah priceless banget. Saya merasa dihargai karena ditanya tentang apa yang ada di dalam blog saya hehehe.

Keep blogging everyone!!!

MRS.LARASATI